Sabtu, 21 September 2013

On Sabtu, September 21, 2013 by KPP UIN SGD in

[www.kppuinsgd.com] Sejumlah 1024 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (284 putra dan 740 putri) mengikuti Pengenalan Kepramukaan (Peka) Tahun 2013 pada Gugus Depan 23001/23002 di Gazebo, Sabtu (07/09/2013) dengan tema “Membudayakan Nilai-nilai Kepramukaan upaya Mewujudkan Pribadi yang Solutif”.
Ketua Sasana Kerja pada kegiatan tersebut, Asep Supriatna menjelaskan bahwa tema tersebut bertujuan agar para anggota pramuka memiliki sikap mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha untuk melahirkan generasi muda kader bangsa.
Saca Suhendi, Pembina Pramuka Gudep 23001/23002 mengatakan bahwa untuk menciptakan tunas-tunas penerus bangsa dibutuhkan kreatifitas.”Pramuka tidak hanya mengkader, tapi menciptakan tunas-tunas penerus bangsa, itu harus diwarnai oleh beberapa hal,” ujar Saca.
Warna-warna tersebut adalah; pertama cita-cita yang sangat besar, bukan sekedar ijazah tapi kemampuan mengubah karakter dan berkarya nyata untuk kehidupan berbangsa.”Yang diharapkan adalah pemuda yang mampu mengubah pola pikir dan langkah nyata. Maka di Pramuka dilatih kemandirian tolong menolong. Itulah cara pramuka untuk melahirkan pemuda yang tangguh. Tidak pernah ada cerita anggota pramuka yang DO, justeru sebaliknya banyak diantara anggota pramuka yang cumlaude,”ujar Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut.
Warna lain menurutnya adalah harus memiliki rencana; rencana hidup yang baik, rencana aktifitas yang jelas, rencana membangun hubungan yang baik, serta bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Rektor UIN, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Afifudin, MM menyampaikan bahwa citra yang dari Gerakan Pramuka adalah kreatifitas, namun yang sangat menonjol adalah disiplin mulia etikanya dan rajin dalam berkegiatan.
Menurutnya, Citra tersebut harus dipertahankan dalam pola pembinaan yang sudah berjalan, bisa diterapkan dalam model-model lain dalam bidang pembinaan kemahasiswaan.”Atmosfir akademik harus dibina sehingga mahasiswa maju dalam berbagai hal di kalangan mahasiswa UIN ataupun secara umum,” pintanya.
Baginya bukan hanya atmosfir akademik, namun mencakup juga potensi pribadi dan sosial karena hal tersebut akan membuat masa depan menjadi cerah. Menurutnya, generasi pemuda sekarang akan menjadi pemimpin Indonesia emas tahun 2045 mendatang. Oleh karena itu untuk menyiapkan hal tersebut, UIN juga mendorong dengan penyiapan beasiswa yang mencapai lima ribu lebih.
“Ade-ade menjadi modal bagi generasi emas yang akan menjadi pemimpin yang akan datang atau 32 tahun lagi pada tahun 2045,” pungkasnya.
Mewakili Rektor, Prof. Dr. H. Afifudin, MM membuka PEKA 2013 tersebut dengan memukul gong tiga kali.
-Asisten Humas-