Sabtu, 05 Maret 2016

On Sabtu, Maret 05, 2016 by KPP UIN SGD in , ,

“ LO (Liaison Officer). Mungkin kalian banyak yang tidak mengetahui pekerjaanku ini. Gue yakin ini profesi impian hampir semua orang. “ itu adalah kata-kata dari seorang Melanie subono, seorang public figure dan merupakan adik dari Adrie Subono seoran Event dan Concert Organizer papan atas di Indonesia. Lalu apa yang di sebut dengan Liaison Officer? Pasti istilah ini asing di telinga kakak-kakak semua. Kenapa juga sampai kak.Melanie bilang bahwa LO adalah profesi impian semua orang.

Mari kita lihat arti LO atau Liaison Officer itu sendiri, secara bahasa Liaison berarti penghubung dan Officer yang berarti petugas. Jadi dapat di definisikan bahwa Liaison Officer adalah petugas atau orang yang memiliki tanggungjawab dalam menjalin hubungan antar dua pihak untuk berkomunikasi dan mengkoordinasikan sebuah kegiatan. LO berusaha menciptakan kondisi yang nyaman, karena diharapkan dengan mood yang tetap baik, para tamu atau narasumber yang akan hadir dalam acara bisa tampil secara maksimal. Peran LO tidak hanya dalam konser dan acara besar saja, namun acara formal tingkat jurusan, fakultas bahkan kampus sekalipun haruslah di lengkapi dengan personel Liaison Officer.

Kehadiran LO dalam sebuah acara kerap dianggap kecil, namun peran mereka justru sangat berpengaruh dalam suksesnya acara yang digelar. Tantangan profesi ini cukup besar karena tidak hanya dibutuhkan pintar, tapi juga cerdas, cekatan, serta kekuatan fisik yang prima. LO harus pintar bermain dengan kecerdasan emosi karena harus menghadapi langsung dan melayani para tamu atau narasumber yang beragam. Tentu, seorang LO tak mengenal kata ‘Tidak Tahu’ selama menjalankan tugasnya. Mengingat LO tidak hanya ‘Cuma’ mengantarkan para tamu atau narasumber dari penginapan ke lokasi acara saja, tapi juga siap memenuhi permintaan serta pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh para tamu atau narasumber selama didampingi. Meiliana mengungkapkan bahwa LO dalam sebuah acara pagelaran umum bertugas untuk ‘melayani’. LO tidak sekedar menjamu dan melayani para tamu atau narasumber. Tugas LO juga lekat dengan protokoler. Seorang LO harus paham betul bagaimana Tata Upacara dalam acara formal. LO membekali diri dengan ‘ASBADIBIBA’, yaitu apa, siapa yang harus berbuat apa, dimana, bilamana dan bagaimana tata cara sebuah acara. Diperlukan pula pengetahuan tentang tata cara, tata krama serta penerapan aturan dalam suatu acara formal hingga berjalan sebagaimana mestinya dan selaras dengan situasi serta kondisi.

LO juga membekali diri dengan pengetahuan tentang Tata Penghormatan dalam sebuah acara formal. Dimana dan bagaimana pengaturan posisi tamu atau narasumber dalam sebuah acara. LO tuntut memahami Jajar Kehormatan, yaitu bagaimana posisi yang tempat seorang tamu atau narasumber berdasarkan jabatannya. LO dituntut untuk paham bagaimana Tata Pengaturan Tempat (preseance) yang berlaku dalam sebuah acara formal. LO berkoordinasi dengan pihak panitia penyelenggara untuk mengetahui Tata Upacara hingga tak salah mengatur jadwal untuk tamu atau narasumber. LO juga perlu mengetahui seperti apa Tata Urutan hingga tak salah dalam mengatur posisi untuk tamu atau narasumbernya.

Dalam melaksanakan tugasnya, LO berpegang pada ‘kitab suci’ yang berisi semua daftar keperluan serta informasi para tamu atau narasumber. Jangan sampai kata “tidak tahu” digunakan untuk menjawab pertanyaan atau permintaan tamu atau narasumber. Diperlukan pula kerjasama antar tim LO dan panitia sehingga koordinasi saat pelaksanaan kegiatan berlangsung bisa berjalan lancar. LO tak hanya membekali diri dengan pengetahuan tentang Etika Keprotokolan. Para LO pun mengantongi sejumlah informasi terkait kota dimana ia bertugas, mulai dari sejarahnya, tempat wisata, penginapan, hingga tempat hiburan. LO juga disarankan agar membentuk sebuah tim kecil yang stand by di beberapa titik lokasi penting, hingga proses pendampingan tamu atau narasumber bisa ditangani dengan manajemen yang baik. LO haruslah komunikatif hingga tidak ada kesalahan yang terjadi selama acara berlangsung. Komunikasi tidak hanya dengan Panitia dan Ajudan Tamu kehormatan saja, komunikasi juga harus terjalin antar LO, agar terasa mudah berkoordinasi dalam melaksanakan tugas.


Penulis :
Mochamad Rezkha Fauziansyah
Ketua Assisten Humas
Unit Protokol Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung


085775086909